Pengertian Pernikahan Menurut Bahasa dan Agama

Makna yang Tersimpan dari Pengertian Pernikahan

Sahabat semua alhamdulillah dikesempatan kali ini. Kita akan membahas makna yang tersimpan dari pengertian pernikahan. Beberapa poin pertama pernikahan itu adalah ibadah. Bahkan ibadah yang paling agung. Yang paling besar dan tidak menyulitkan adalah pernikahan. Sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam satu Hadis. Mengatakan Annikahu sunnati faman raghiba an sunnati falaisa minni. Nikah itu adalah sunnahku. Barangsiapa yang tidak mengikuti sunnahku. Maka dia bukan termasuk umatku.

 

Pengertian Nikah Menurut Bahasa dan Agama Islam

Pengertian Pernikahan Menurut Bahasa

Pernikahan menurut bahasa artinya adalah terkumpul dan menyatu. Bahasa kita adalah Barang siapa yang enggan tidak mau menikah. Maka dia bukan termasuk umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena Rasulullah mengatakan nikah adalah sunnahku. Yang enggan menikah maka bukan orang yang mengikuti sunnahku. Lebih jauh lagi ulama mengatakan bahwasanya nikah itu adalah ibadah. Ibadah adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Pengertian Pernikahan Menurut Agama

Kalau kita buka kembali definisi ibadah. Sebagaimana disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyah. Bahwasanya ibadah adalah obatnya segala sesuatu yang Allah cintai. Segala sesuatu yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Baik perkataan kemudian perbuatan kita baik yang nampak atau tidak. Ini adalah ibadah maka nikah adalah ibadah. Bahkan Lihatlah Seorang Istri ini ketika sudah sah menjadi istri bagi suami Nya. Maka seluruh apa yang dilakukan seorang istri adalah ibadah. ibadah semuanya karena ketaatan istri kepada suaminya adalah ibadah.

Demikian juga seorang suami. Ketika sudah menjadi suami kemudian berkewajiban. Memberikan nafkah untuk mendidik. Ibadah ini rasanya bukan oleh diri tetapi terasa oleh hati. Berkewajiban untuk menjadi imam ini semuanya adalah nilainya adalah nilai ibadah. Karena nilainya adalah nilai ibadah di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Point kedua setelah nikah ibadah ini adalah annikahu. Pernikahan itu pasti ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ini adalah janji Allah.

3 kelompok yang akan ditolong oleh Allah

Bahwa hanya ada 3 kelompok yang akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Yang pertama Allah Al Mujahid fisabilillah. Orang yang berjihad di jalan Allah ini dalam makna khusus dan makna umum. Makna khusus adalah orang yang berjihad fisabilillah dengan fisiknya. Dia menjaga agama Islam ini kemudian harus mempertaruhkan dirinya untuk Kemuliaan Islam. Ini adalah bagian dari jihad yang kemudian akan Allah tolong jihad. Dalam artian umum adalah orang yang melakukan aktivitas untuk meninggikan kalimat Allah itu. Juga kemudian jihad di Sabilillah yang ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Yang berikutnya adalah ada hamba sahaya yang ingin merdeka dari tuanya. Dia berusaha berikhtiar mengumpulkan uang untuk menebus dirinya kepada Tuannya. itu ditolong oleh juga oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu kalau zaman dulu zaman dulu ada perbudakan ada hamba sahaya. Sehingga seluruh pekerjaannya seluruh hartanya adalah milik tuannya. Maka dengan seiring waktu Islam kemudian memerdekakan menghilangkan perbudakan tersebut. Mungkin salah satunya lewat kifarat. kifarat pun Itupun kalau kemudian seseorang ingin menebus dirinya kepada Tuannya untuk memerdekakan diri. maka itu ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Yang ke-3 yang sangat istimewa ternyata orang yang ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Adalah mereka yang menikah yang dengan pernikahannya itu dia menginginkan menjaga kesucian diri. Misalkan seseorang mengatakan hari semakin berputar zaman semakin akhir. Fitnah ujian sudah di mana-mana maka saya harus segera menikah. Kenapa karena dengan menikah saya akan merasa agama saya terjaga. Pandangan saya terjaga kemaluan saya terjaga. Harga diri dan kesucian diri terjaga maka dia berazam untuk menikah. Meniatkan diri untuk menikah walaupun sulit sekali tantangannya. Mungkin biaya yang diperlukan harus berlipat. mungkin harus bekerja keras mungkin harus berusaha untuk meyakinkan ini dan itu dan seterusnya.

Meluruskan Niat untuk Menikah

Maka orang yang punya keinginan kuat untuk menikah. Dia akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini janji Allah maka dari itu semua teman-teman yang sedang ber Azzam untuk menikah. Luruskan niat kembali niatkan pernikahan ini untuk menjaga kesucian diri. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan lewat rasulnya. Menikah untuk ibadah orang yang menikah akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Pernikahan itu adalah suatu yang betul-betul bermakna dalam kehidupan. Pertama nikah adalah ibadah kedua pernikahan ini akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Yang ketiga adalah pernikahan ini adalah bukti keagungan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Dalam surat ar-rum Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan. Wamin ayatihi Wamin aayaatihi an khalaqa lakum Min anfusikum. wa Min ayatihi an khalaqa lakum Min anfusikum azwaajan litaskunu ilaiha. Bukti keagungan Allah Lihatlah Allah mengatakan Ini bukti keagungan Allah. Pernikahan Wamin ayatihi an khalaqa lakum Min anfusikum azwaajan litaskunu ilaiha. Bukti keagungan Allah itu salah satunya adalah kita diciptakan berpasangan laki-laki dan perempuan.

Berpasangan yang kemudian diikat dalam suatu hari. Jadi pernikahan adalah ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lihatlah di dalam ayat berikutnya itu diganti digandengkan Wa Min ayatihi an khalaqa lakum Min khouf. Sumber-sumber tersebut sebelumnya bukti keagungan Allah

Share to your friend's on

Leave a Comment